Single post

Hemat biaya Penginapan dengan AirBnB

Ola …..that mean halo in Spain.

Bulan Mei 2016 yang lalu, saya dan istri merelealisasikan salah satu mimpi bersama kita untuk mengunjungi Eropa….. Sejak awal menikah, kami sudah menentukan target untuk menginjakkan kaki di benua biru tersebut. Rencana tersebut akhirnya dapat kami wujudkan di tahun 2016.

Pada awalnya kami akan mengunjungi beberapa negara di Eropa dan Inggris. AKan tetapi dikarenakan pengurusan visa memerlukan waktu untuk cuti 2 hari, maka kami putuskan untuk tahun lalu hanya negara2 Eropa daratan saja yang akan didatangi. Mendengar bahwa mengurus visa ke Eropa (Schengen) lebih mudah dilakukan melalui kedutaan Belanda, maka kami juga memilih alternatif ini. Memang benar, pengurusannya tidak berbelit-belit dan mudah (jika persyaratan kita lengkap). Lebih kurang 10 hari visa sudah selesai.

Rencana perjalanan ini dimulai ketika di bulan Februari 2016, kami nekad memesan tiket ke Eropa menggunakan Turkish Airlines. Lumayan ekonomis Rp. 11.000.000 per orang. Rute yang kami pilih ketika itu adalah Jakarta – Istanbul (transit) – Amsterdam. Sedangkan untuk perjalanan pulang, Barcelona – Istanbul (1 hari layover) – Jakarta. Kami akan menyusuri negara Belanda, Jerman, Austria, Slovakia, Italia, Swiss, Perancis, dan Spanyol. Rencana kunjugnan ke kota Basel di Swiss dilatar belakangi adanya Final Europa League pada tanggal 18 Mei 2016. Meski belum tentu memperoleh tiket, kami tetap menuju kota tersebut untuk ikut meramaikan final. Kota2 yang kami kunjungi selama perjalanan ke Eropa adalah:

  • Amsterdam
  • Utrecht
  • Rotterdam
  • Den Haag
  • Leiden
  • Delft
  • Scheveningen
  • Wina
  • Bratislava
  • Munich
  • Venice
  • Basel
  • Paris
  • Barcelona
  • Istanbul

Tulisan kali ini bukan membahas mengenai lokasi wisata yang kami kunjungi. Kami akan membahas bagaimana kami melakukan penghematan biaya penginapan dengan menggunakan Airbnb. Airbnb adalah penyedia jasa penginapan yagn memiliki keunikan tersendiri karena pengguna bisa menikmati suasana yang khas di suatu negara dan berinteraksi dengan penduduk setempat dengan tinggal bersama mereka. Menggunakan aplikasi Airbnb sangat mudah. Pertama kali saya menggunakan Airbnb adalah ketika mengunjungi Paris pada tahun 2015. Saya tinggal di apartemen milik Sarah & Xavi selama 5 hari di Paris. Lokasi nya sangat strategis dan dekat dengan daerah chinatown dan Metro Paris. Biaya yang saya bayarkan sebesar Rp. 3.000.000 untuk 5 malam. Relatif murah untuk penginapan di area pusat kota Paris. Xavi sangat ramah dan memberikan penjelasan terkait tempat-tempat yang perlu dikunjungi. Jika ada pembaca yang berminat untuk menginap di lokasi tersebut, berikut saya cantumkan link Airbnb nya  https://www.airbnb.com/rooms/2604080.

Pengalaman pertama yang berkesan dan benar-benar memberikan penghematan yang besar menjadi dasar untuk kembali menggunakan layanan ini. Sebagian besar penginapan yang kami gunakan selama di Eropa adalah Airbnb kecuali hanya satu di Istanbul. Airbnb pertama yang kami gunakan di Belanda adalah apartemen milik Kim di Leiden. Kami tinggal selama 2 malam. Apartemen ini terletak agak jauh dari Stasiun Leiden Central. Dalam hitugan kami adalah sekitar 1 km. Relatif memang, tapi jika anda membawa barang yang berat, maka jarak tersebut akan terasa jauh. Terletak di tepi sungai, apartemen ini terdiri dari 3 kamar. Mahalnya harga properti di Belanda membuat pemilik rumah mengoptimalkan space yang ada. tangga di buat sependek mungkin sehingga menjadi curam. Kamar yang kami gunakan sangat nyaman, meski tempat tidurnya tidak sekeras yang ada di rumah kami. Untuk dua malam, kami membayar sebesar $75. Sangat murah untuk ukuran Belanda. Tempat ini kami rekomendasikan. Akan tetapi ketika kami cek ulang ternyata listing dari Kim sudah tidak ada. Properti yang sedang tidak tersedia di listing disebabkan banyak hal. Pemilik tidak menyewakan lagi, properti sedang direnovasi, atau pemilik sedang bepergian jauh dan lama.

to be continued ………………………

 

Leave a Reply

theme by teslathemes